Tanggal 3 November 1579, Sultan Baabullah menerima kunjungan Francis Drake (kelak Sir Francis Drake), seorang petualang Inggris yang terkenal. Drake dan kelompoknya datang dari Australia dengan 5 kapal salah satunya Golden Hind
yang legendaris. Kepada Sultan Baabullah, Drake menyatakan
kedatangannya hanya untuk berdagang semata-mata. Ia mengungkapkan
ketidaksukaannya terhadap orang Portugis maupun Spanyol serta menceritakan situasi terakhir di Eropa.
Sultan Baab menerima tamunya dengan gembira dan menjamu mereka di
istana. Pertemuan mereka merupakan embrio hubungan diplomatik Indonesia – Inggris.
Dalam jamuan makan mewah yang berlangsung setelah perundingan, Drake
dan rombongan disuguhkan hidangan dari sagu, nasi, bermacam – macam lauk
pauk dari kambing, rusa dan ayam sampai ikan bubara bakar dan katang
kanari (kepiting kenari), yang semuanya dimasak dengan ramuan cengkih.
Antara Sultan dan Francis Drake timbul rasa saling menghormati. Francis
Drake amat terkesan dengan sultan Baabullah. Ia meninggalkan Ternate
dengan kapal penuh muatan cengkeh kualitas prima, sang sultan bersama armada Ternate mengiringi kapal Drake sampai ke laut lepas.
No comments:
Post a Comment