Dilahirkan tanggal 10 Februari 1528, kaicil (pangeran) Baabullah adalah putera Sultan Khairun (1535-1570) dengan permaisurinya Boki Tanjung, puteri Sultan Alauddin I
dari Bacan. Sultan Khairun sangat memperhatikan pendidikan calon
penggantinya, sejak kecil pangeran Baabullah bersama saudara-saudaranya telah
digembleng oleh para mubalig dan panglima dimana ia memperoleh
pemahaman tentang ilmu agama dan ilmu perang sekaligus. Sejak remaja ia
juga telah turut mendampingi ayahnya menjalankan urusan pemerintahan dan
kesultanan.
Ketika pecah perang Ternate–Portugis yang pertama (1559-1567),
Sultan Khairun mengutus putera – puteranya sebagai panglima untuk
menghantam kedudukan Portugis di Maluku dan Sulawesi, salah satunya
adalah pangeran Baabullah yang kemudian tampil sebagai panglima yang cakap
dan berhasil memperoleh kemenangan bagi Ternate. Ternate sukses menahan
ambisi Portugis sekaligus memenangkan banyak wilayah baru.
No comments:
Post a Comment