Permulaan tahun 1583 Sultan Baabullah dipanggil menghadap Sang
Khaliq. Adapun penyebab maupun tempat kematiannya masih diperdebatkan,
namun apapun dan dimanapun itu kematian Sultan Baabullah sebagai putera
kebanggaan Maluku meninggalkan duka mendalam bagi rakyatnya. Ia adalah
satu-satunya putera Nusantara yang meraih kemenangan mutlak atas
kekuatan barat. Keberhasilannya mengantarkan Ternate menjadi kerajaan
besar dan mencapai puncak kejayaan bukanlah satu – satunya tanda
kebesarannya.
Beliau telah berhasil menanamkan rasa percaya diri rakyatnya
untuk bangkit menghadapi kekuasaan asing yang ingin menguasai kehidupan
mereka. Sultan Baabullah adalah simbol perlawanan terhadap kesewenang –
wenangan bangsa asing. Ia tak sudi tunduk pada kekuasaan asing dan
menempatkan dirinya sejajar dengan mereka, menjadi tuan di negeri
sendiri.
Sepeninggal Sultan Baabullah tak ada lagi pemimpin lain di
Ternate maupun Maluku yang sekaliber dia. Para penggantinya tak mampu
berbuat banyak mempertahankan kebesaran Ternate.
Sultan Baabullah Datu Syah digantikan puteranya Sultan Said Barakati (1583 – 1606) yang terus mengobarkan perang terhadap Portugis dan Spanyol.
No comments:
Post a Comment